Selasa, 26 Maret 2019

Tips Cara Merawat Gigi Behel agar Tidak Kuning

Gigi yang tertata indah dan rapi merupakan dambaan setiap orang. Gigi yang putih, bersih, dan rata juga merupakan aspek yang cukup menunjang penampilan dan rasa percaya diri. Hal tersebutlah yang tidak heran jika pemakaian behel atau kawat gigi sekarang menjadi trend. Merawat gigi behel memang tergolong agak ribet karena gigi yang terpasang kawat behel memerlukan perawatan yang ekstra dari pada gigi biasa. Berikut penjelasan mengenai “Tips Cara Merawat Gigi Behel agar Tidak Kuning”. Klinik Az-Zahra Jogja Call 082134495179.

Nggak mau kan gigi behel kamu jadi kuning dan nggak putih lagi? Berikut ini beberapa tips cara merawat gigi behel agar tetap putih dan tidak kuning.

1. Hindari makanan bertekstur keras

Hindari makanan yang bertekstur terlalu kenyal atau keras. Mengapa demikian? Jika kamu mengunyah makanan yang liat dan sulit dihancurkan oleh gigi bisa-bisa mengakibatkan kawat behel terlepas, bergeser atau malah merusak gusi karena singgungan kawat yang dipasang. Contohnya kulit (kikil), daging, berondong jagung dan tulang. Makanan-makanan seperti itu harus dijauhi. Justru terkadang bagi gigi dengan sela-sela lebih lebar menimbulkan masalah baru yaitu banyaknya makanan yang terselip dan membuat gusi berlubang dan akan berakibat gigi kuning serta bau mulut bau napas tidak segar. Tahan dulu mengkonsumsi makanan seperti itu sampai keadaan gigi siap setelah behel gigi sudah layak lepas agar gigi anda rapi, tetap putih tidak kuning, dan bau napas segar seperti yang diharapkan.

2. Sikat gigi secara teratur
Tips Cara Merawat Gigi Behel agar Tidak Kuning

Jangan malas menggosok gigi agar gigi tetap putih tidak kuning. Usahakan gosok gigi dengan perlahan dan hati-hati karena ada benda non-gigi di seputar gigi yaitu kawat behel gigi. Cari sikat yang lembut agar bisa menyikat sampai ke sela-sela gigi, sela-sela kawat, dan tidak menimbulkan rasa nyeri di gigi. 

Bisa juga dengan sikat gigi dan pasta gigi sesuai rekomendasi dokter gigi. Kami harapkan anda memakai sikat gigi orto (sikat gigi khusus behel) yang biasanya direkomendasikan oleh dokter gigi yang memasang behel pada gigi anda. Dengan adanya sikat gigi orto diharapkan gigi anda tetap bersih dan putih karena sikat gigi orto memang sengaja di rancang untuk klien yang memakai behel.

Gerakan gigi yang diakibatkan penarikan kawat pada gigi akan menyebabkan gigi dan gusi menjadi sensitive didalam tulang gigi. Alangkah lebih baik jika menggunakan pasta gigi sensitive atau pasta gigi khusus behel, pasta gigi ini akan membantu meringankan nyeri artistis pada gigi dan mencegah sariawan pada gusi. Karena kandungan yang terdapat pada pasta gigi orthodontic (khusus behel) dan pasta gigi biasa juga berbeda. Pasta gigi sensitive mengandung kalium nitrat atau arginin yang bisa mengurangi sensivitas di gigi. Pasta gigi khusus behel juga tidak mengandung detergent yang dapat membahayakan gigi. Jadi sangat aman dan sangat direkomendasikan oleh orthodontist (dokter gigi spesialis behel).

Jika tidak, bisa juga dengan menggunakan pasta gigi yang biasa digunakan yaitu pasta gigi yang ada fluoride-nya karena bisa mencegah segala masalah di gigi.

Cara gosok gigi yaitu gosok gigi secara perlahan dengan gerakan naik turun ke sela-sela gigi dan behel selama 3-5 menit. Lakukan kegiatan ini secara rutin 2-3 kali dalam sehari, yaitu pagi hari, siang sehabis makan, dan malam sebelum tidur.

Langkah atau tahapan sikat gigi yang benar dan tepat untuk gigi behel baik permanen atau lepas pasang atau behel fashion agar gigi tetap bersih dan tidak kuning adalah sebagai berikut :

a. Langkah pertama yaitu, genggam sikat gigi yang akan anda gunakan untuk menggosok gigi setara dengan sisi gigi anda. Setelah itu, tekan sikat gigi secara perlahan-lahan. Selanjutnya, julurkan kepala sikat gigi perlahan menyikat satu persatu gigi anda, searah dengan alur gigi dan gusi anda.

b. Ketika menyikat pada tiap gigi, usahakan sebelum beralih sikat beberapa detik agar kotoran benar-benar hilang. Agar menyikat gigi lebih mudah, anda bisa memanfaatkan sikat gigi elektrik karena sikat gigi elektrik tidak perlu ditekan ketika menggunakannya.

c. Ketika menyikat gigi anda harus memastikan gigi bagian atas, belakang dan dalam tidak terlewatkan ketika disikat.

d. Selain itu, anda juga harus memastikan membersihkan bracket behel. Caranya cukup mudah, yaitu sudutkan kepala sikat ke brecket. Bersihkan juga bagian bawah kawat gigi, sehingga dengan begitu tidak akan ada lagi sisa-sisa makanan yang menempel.

3. Gosok gigi sehabis makan

Usahakan setelah makan menggosok gigi dengan benar dan tepat agar gigi tetap putih bersih tidak muning dan bau napas segar. Makan apapun, usahakan bila bisa menggosok gigi. Hal ini untuk mencegah sisa makanan mengendap di sela-sela gigi atau di sela-sela kawat behel giginya.

4. Hindari makanan yang lengket dan meninggalkan remah-remah

Makanan yang terlalu lengket seperti dodol dapat menyelinap ke dalam sela-sela gigi dan kawat behel. Hal ini tentu akan meninggalkan sisa makanan pada gigi yang justru dapat memicu timbulnya kuman dan mengakibatkan pengeroposan gigi serta gigi akan mudah menjadi kuning dan bau mulut. Selain itu makanan yang memiliki remah-remah ketika dikunyah seperti kacang, cokelat, karamel, kerupuk usahakan sehabis makan langsung kumur-kumur atau gosok gigi agar tidak ada sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi atau kawat behel.

5. Gunakan obat kumur seperti mouth wash agar mulut dan gigi bersih

Ketika sudah menggunakan behel kebersihan mulut harus lebih dijaga. Karena penggunaan behel akan beresiko menumpuknya kuman dan bakteri pada gigi yang disebabkan oleh makanan yang terselip pada gigi, braket, kawat maupun karet behel sehingga mudah membuat gigi kuning dan bau mulut.

Selesai menyikat gigi dan membersihkan gigi menggunakan alat khusus pembersih gigi berbehel, gunakanlah obat kumur (mouthwash) untuk membersihkan mulut secara menyeluruh. Obat kumur akan mengalir diantara gigi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi dan benang gigi untuk membunuh bakteri.

Caranya tuangkan obat kumur sesuai takaran. Berkumurlah selama 1 menit. Kemudian keluarkan dari mulut. Dan jangan sampai menelannya. Gunakan obat kumur secara rutin setiap hari setelah sikat gigi malam.

6. Rutin periksakan ke dokter

Konsultasi dokter gigi sangat diperlukan dan lebih baik intensif, karena gigi behel harus di pantau perkembangan nya. Minimal dua kali sebulan atau dilakukan setiap 4-6 minggu. Minimal 6 bulan sekali. Tujuannya untuk mengontrol penggantian karet behel dan seberapa jauh tahap pergeseran gigi yang terjadi. Dokter bisa membantu menangani keluhan selama pemakaian behel dan mengecek apakah behel sudah bekerja dengan baik atau tidak. Ikuti dan praktekkan saran dari ortodontis agar pemakaian behel nyaman dan tidak ada masalah. Jangan pernah mencoba memperbaiki sendiri behel yang sudah di pasang.

7. Gunakan benang gigi atau Dental floss

Sikat gigi sering juga kurang mampu menjangkau bagian yang sulit pada gigi, maka dari itu benang gigi juga sangat dibutuhkan agar celah-celah gigi anda dapat terjangkau sehingga mencegah terbentuknya plak dan karang gigi. Karena pemakai behel lebih beresiko terjadi karang gigi bila tidak dibersihkan secara menyeluruh.

Penggunaan benang gigi dilakukan setelah menyikat gigi. Caranya lepaskan sekitar 18 inchi benang di sekitar jari tengah, biarkan satu dua inci berserabut, pegang erat-erat antara jempol dan jari telunjuk. Geser perlahan ke atas dan ke bawah di antara gigi. Turunkan floss ke gigi sedikit di bawah garis gusi. Floss dapat digunakan setiap hari. Terutama untuk makanan yang berserabut, berserat atau lengket. Floss baik untuk mencegah kerusakan gigi, radang gusi dan penyakit jantung.

8. Memakai Retainer

Pasca behel dilepas, bukan berarti urusan anda dengan gigi selesai begitu saja. Selama 1-2 tahun setelah behel atau kawat gigi dilepas, dokter akan meminta Anda untuk menggunakan alat yang dinamakan retainer. Retainer adalah alat yang berfungsi untuk menjaga gigi agar tidak kembali ke kondisi sebelum gigi dipasangi behel.

Penggunaan retainer adalah cara merawat gigi behel pasca terapi pembetulan gigi yang mutlak dijalani oleh anda yang mengunakan kawat gigi. Gunakan alat ini secara rutin jika tidak usaha anda merapikan gigi selama ini akan sia-sia.

Demikian ilmu yang bisa kami share mengenai tips cara merawat gigi behel agar tidak kuning, semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Cara Mengobati Gigi Patah pada Anak

Cara Mengobati Gigi Patah pada Anak
Gigi memang kuat. Meski begitu, gigi juga rentan untuk retak, terbelah hingga patah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari menggigit terlalu keras, terkena pukulan di mulut atau wajah, terjatuh hingga gigi berlubang. Sebenarnya fenomena patah gigi pada anak merupakan hal yang wajar terjadi, khususnya bila usia anak di bawah 5 tahun. Pada dasarnya fraktur atau patah gigi merupakan hilang atau lepasnya suatu fragmen dari susunan gigi yang lengkap. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari karies (pembusukan gigi), trauma akibat kecelakaan, hingga benturan di area mulut. Mari kita simak cara mengobati gigi patah pada anak, Klinik Az-Zahra Jogja Call 082134495179.

Gigi retak atau patah sedikit mungkin gak terasa sakit. Lidahmu akan dengan mudah merasakannya jika ada bagian yang patah karena terasa tajam. Namun, kalau area yang patah besar, bisa jadi kamu akan merasakan sakit yang luar biasa. Bisa jadi syaraf di gigimu rusak. Selain itu, dentin yang terbuka akan membuatmu ngilu/nyeri, terutama jika terkena makanan panas atau dingin. Rasa ngilu dan sakit bisa bermacam-macam tergantung jenis gigi patah yang kamu alami. Untuk itu, yuk kenali jenis-jenis gigi patah dan cara menanganinya berikut ini :

1. Retakan kecil yang terjadi pada permukaan luar gigi

Retakan kecil pada gigi terjadi pada permukaan luar gigi berwarna putih atau biasa disebut enamel. Retakan kecil seperti ini gak membutuhkan perawatan khusus. Dokter gigi bisa saja memoles area tersebut agar halus. 

2. Gigi retak / gigi patah yang rawan menyebar

Gigi retak atau patah melibatkan seluruh gigi, mulai dari permukaan untuk mengunyah hingga ke syaraf. Potongan-potongan gigi berada di tempatnya, namun retakannya secara bertahap menyebar. Retakan gigi bisa diperbaiki dengan ditambal. Gigi membutuhkan mahkota agar retakan gak memburuk. Kamu pun memerlukan saluran akar juga apabila kerusakan menjangkau syaraf atau jaringan hidup lainnya. 

3. Irisan kecil pada gigi

Irisan kecil pada gigi gak selalu membutuhkan perawatan. Biasanya dokter gigi akan menyarankan untuk menambal agar mencegahnya memburuk dan tetap terlihat menarik. Jika irisan sangat kecil, dokter biasanya akan memoles dan menghaluskan area yang terkelupas. 

4. Puncak gigi (cusp) yang rusak

Kerusakan ini biasanya memengaruhi permukaan runcing gigi untuk mengunyah. Biasanya kerusakan ini gak memengaruhi area pulpa dan gak terasa sakit. Dokter gigi bisa memperbaiki kerusakan dengan mengembalikan bentuk gigi, dengan metode onlay atau penambahan mahkota. 

5. Kerusakan gigi serius yang mengekspos syaraf

Kerusakan ini akan menyebabkan gigi terluka dan sensitif. Bisanya bagian yang patah akan berdarah. Kamu memerlukan perawatan saluran akar untuk mengangkat syaraf yang terbuka. Selain itu kamu pun perlu mahkota untuk mengembalikan gigi agar bisa mengunyah dengan benar. 

6. Gigi terbelah menjadi dua bagian

Kondisi ini terlihat dengan gigi yang terbelah secara vertikal menjadi dua bagian. Beberapa gigi seperti gigi belakang memiliki lebih dari satu akar. Sehingga, memungkinkan untuk mempertahankan salah satu akar dan sisanya ditutup dengan mahkota. Adapun, langkah pertama kamu memerlukan perawatan saluran akar. Kedua, dokter gigi akan menghilangkan akar gigi yang gak terselamatkan. Ketiga, kamu akan membutuhkan mahkota untuk menutupi akar dan mengganti gigi. 

7. Gigi patah secara vertikal atau akar terbelah

Retakan ini dimulai dari akar gigi dan memanjang hingga ke area untuk mengunyah. Kerusakan ini biasanya menyakitkan karena area akar meradang dan terinfeksi. Untuk itu, gigi perlu dikeluarkan. 

8. Kerusakan karena gigi keropos

Dalam kasus ini, gigi yang patah atau hancur disebabkan gigi yang sudah lemah. Dokter gigi akan coba mengevaluasi dan melakukan cara terbaik untuk memulihkan gigi. Jika gigi sudah sangat keropos dan meluas, gigi mungkin perlu dibuang. 

Adapun pertolongan pertama saat gigimu patah, kamu perlu membersihkan mulutmu dengan air hangat. Jika terjadi pendarahan, ambil sepotong kain kasa dan tekan area pendarahan selama 10 menit hingga pendarahan berhenti. Bisa juga dengan kantong teh jika cara ini gak berhasil. Untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan, kompres pipi atau area bibir di atas gigi yang patah dengan kompres dingin. Konsumsi obat peredam rasa sakit yang dijual bebas dan jangan lupa untuk segera ke dokter!

Selain itu, berikut adalah saran dari Pakar Kesehatan Gigi Anak Ra Dental Clinic RSIA Grand Family, Pantai Indah Kapuk drg Rudy Kurniawan SpKGA untuk para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi trauma patah gigi meliputi 5 langkah yang harus dilakukan orang tua bila gigi anak patah, sebagai berikut :

1. Tetap tenang jangan panik. Memang, pada kenyataannya, orang tua akan tetap panik begitu mengetahui gigi susu anaknya patah atau berubah posisi.

"Kenapa jangan panik? Karena anak akan ikutan panik. Anak akan teriak-teriak. Ketika dia menangis kencang, air liur keluar yang bisa membuat darah mengalir hebat," kata Rudy dalam diskusi "Penanganan Cedera Gigi dan Jaringan Lunak Sekitar Mulut Anak" di Jakarta.

2. Ketika mengunjungi dokter, bawa patahan gigi anak.

3. Ambil patahan gigi anak, jangan dibersihkan, langsung masukkan ke dalam susu. "Susu punya banyak nutrien yang dibutuhkan untuk menjaga agar kondisi patahan gigi tetap terjaga. Jika tidak ada susu, simpan di bawah lidah orangtuanya," kata Rudi mengingatkan.

4. Langsung ke dokter gigi anak, jangan menunggu empat sampai lima hari. "Keberhasilan suatu penanganan tergantung seberapa cepat membawa anaknya ke rumah sakit," kata Rudy.

5. Ceritakan kronologisnya lengkap kepada dokter gigi. Misal, jenis traumanya apa, dan lokasi jatuhnya di mana.

Setelah dilakukan penanganan pada anak dengan gigi patah, pasti bertanya-tanya bagaimana merawat gigi yang pernah ? Simak jawabannya dibawah ini :

Gigi patah yang sudah dikembalikan ke bentuk semulanya harus dirawat terus, karena gigi tersebut berisiko untuk patah kembali. Utamanya, hindari tekanan berlebih pada gigi. Jangan mengunyah makanan keras dalam beberapa hari pertama setelah perawatan dan sebisa mungkin hindari cedera pada gigi. Setelah perawatan di dokter, anda juga tetap harus menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi dan berkumur dua kali sehari. Jangan lupa juga untuk kontrol gigi ke dokter sekitar 3-6 bulan setelah kejadian untuk melihat kondisinya.

Dan berikut adalah cara mencegah agar gigi pada anak anda tidak patah adalah menghindari resiko terjadinya gigi patah, misalnya :

1. Hindari risiko cedera (benturan) pada area kepala dan wajah.

2. Hindari kebiasaan buruk seperti menggeretakan gigi, gigit kuku atau pensil, dan hal lainnya yang dapat menyebabkan gigi patah.

3. Hindari mengunyah makanan yang terlalu keras seperti es batu atau tulang.

4. Jaga kebersihan gigi agar gigi tidak berlubang.

5. Beri lingkungan bermain anak yang nyaman dan jauh dari hal-hal yang berbahaya.

Demikian informasi yang bisa kami informasikan mengenai cara mengobati gigi patah pada anak. Semoga bermanfaat. Sayangi buah hati anda dengan menjaga dan mengobati gigi patah atau masalah gigi lainnya dengan cara yang benar dan tepat.

Senin, 25 Maret 2019

Cara Merawat Behel Gigi agar tidak Bau

Dewasa ini, penggunaan behel atau kawat gigi sudah nggak asing lagi di Indonesia. Baik dengan tujuan perawatan gigi maupun kawat gigi fashion yang fungsinya hanya untuk style. Gigi yang tertata indah dan rapi merupakan dambaan setiap orang. Gigi yang putih, bersih dan rata merupakan aspek yang cukup menunjang rasa percaya diri. Karena hal ini tentu tidak heran jika pemakaian behel atau kawat gigi menjadi trend. Jangan cuma tahu memasangnya saja, kamu juga harus tahu bagaimana cara merawat behel gigi agar tidak bau. Klinik Az-Zahra Jogja Call 082134495179.

Cara Merawat Behel Gigi agar tidak Bau

Merawat gigi behel memang tergolong agak ribet. Karena gigi yang terpasang kawat behel memerlukan perawatan yang ekstra dari pada gigi biasa. Tapi demi mendapatkan gigi yang indah, kenapa harus males?

Saat ini, kawat gigi atau lebih dikenal behel sangat digandrungi semua kalangan baik remaja, pemuda pemudi maupun yang sudah dewasa. Kawat gigi dipasang dengan tujuan agar gigi yang tumbuh tidak rapi, boneng, dan cenderung tumbuh menghadap keluar menjadi lebih rapi dan tertata. Secara fungsi, kawat gigi yang dipasang meratakan posisi gigi dengan cara mendorong dan menahan pergerakan pada gigi sehingga lambat laun menjadi benar-benar rapi sesai yang diinginkan.

Di samping itu, behel juga sudah bergeser fungsi untuk saat ini, tidak sekedar merapikan gigi, tetapi juga menjadi bahan gaya-gayaan dan trendi. Terlebih dengan banyaknya jenis behel dengan beraneka warna yang bisa dipilih sesuai keinginan klien. Tetapi, behel yang dipasang juga harus dirawat dengan baik dan disiplin. Karena sering kali malah menimbulkan masalah baru berupa rasa sakit di gusi atau malah terlepas akibat sesuatu yang di makan. 

Berikut cara merawat behel gigi agar tidak bau mulut :

1. Bersihkan gigi anda dengan hati-hati tiap hari. Jangan sampai melewatkan sudut-sudut di antara gigi. Minta saran dokter gigi anda bagaimana cara menyikat dan membersihkan gigi dengan tepat selama anda menggunakan kawat gigi.

2. Sikat gigi setelah makan. Upayakan menyikat gigi selama dua menit, minimal dua kali sehari atau setelah makan, menggunakan pasta gigi yang memiliki kandungan Minta rekomendasi dokter gigi mengenai pasta gigi yang tepat selama menggunakan kawat gigi.

3. Jika perlu, lengkapi dengan obat kumur antibakteri atau gunakan benang gigi (dental floss) untuk membantu menyegarkan mulut dan membersihkan hingga ke sela-sela gigi.

4. Minum air saat Anda makan juga dapat membantu menyingkirkan sisa makanan, sekaligus menghindarkan mulut kering yang juga dapat menjadi pemicu bau mulut.

5. Bersihkan lidah dengan sikat khusus untuk membantu menghilangkan sisa makanan dari mulut. anda juga bisa menyikat permukaan atas dan samping lidah dengan sikat gigi biasa dari depan ke belakang. Tapi lakukan dengan perlahan-lahan karena anda bisa tersedak.

6. Kurangi konsumsi makanan dan minuman manis. Hindari konsumsi makanan yang memiliki tekstur keras dan lengket, misalnya kacang-kacangan, ketan, moci, dodol, permen karet, atau cokelat batangan dengan kandungan karamel.

Periksakan diri secara teratur ke dokter gigi selama menggunakan kawat gigi. Umumnya, pemeriksaan dilakukan satu bulan sekali atau jika perlu lebih awal lagi. Tanyakan kepada dokter gigi Anda mengenai jadwal kunjungan selanjutnya pada tiap akhir sesi konsultasi.

Banyak orang awan atau masyarakat luas yang tidak memahami bagaimana cara merawat gigi dengan behel. Kurang pengetahuan tersebutlah yang membuat masyarakat luas menganggap penyebab bau mulut yaitu bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan behel. Namun sebenarnya yang menjadi penyebab kondisi tersebut adalah kurang terjaganya kebersihan dalam mulut dan gigi. Tentu tidak ada yang senang ketika disebut memiliki bau mulut atau halitosis. Kondisi ini ditandai dengan aroma tidak sedap dari mulut ketika seseorang berbicara atau membuka mulut. Dapat timbul sesekali atau terus-menerus.

Jika dilihat dari bahan kawat behel, tidak ada bahan behel yang meinggalkan bau khas. Sebagian besar kawat gigi terbuat dari bahan logam, plastik, atau keramik yang diperuntukkan khusus bagi orang dewasa. Jelas bahwa bahan-bahan tersebut tidak meninggalkan bau khas. Yang kemudian membuat kawat gigi berpotensi menjadi pemicu bau mulut adalah akibat proses pembersihan gigi dan mulut yang tidak sempurna. Hal ini membuat makin banyaknya sisa makanan yang tertinggal di bagian kawat gigi yang kemudian menjadi penyebab bau mulut. Untuk membersihkan sisa makanan tersebut, anda harus teliti membersihkan seluruh bagian dari kawat gigi dan permukaan gigi. Dianjurkan sikat gigi tiap setelah makan.

Pengguna kawat gigi dapat menggunakan sikat gigi seperti biasa, namun harus ekstra hati-hati. Gunakan sikat gigi berbulu lembut (soft) dan gosok gigi hingga bersih. Pertama-tama bersihkan gigi bagian atas, dari atas ke bawah dan bawah ke atas dengan lembut. Lakukan hal yang serupa pada gigi bagian bawah. Setelah itu, gunakan sikat khusus kawat gigi yang mampu membersihkan kotoran di sela-sela kawat gigi. Bersihkan tiap sela hingga benar-benar bersih. Proses membersihkan gigi saat mengenakan kawat gigi dapat dilengkapi dengan menggunakan benang gigi atau dental floss jika dirasa ada lokasi dalam mulut yang tidak terjangkau oleh sikat gigi.

Alangkah lebih baik jika menggunakan sikat gigi khusus orto (behel). Sikat gigi orto mempunyai aturan dan desain yang khusus, berbeda dengan sikat gigi biasanya karena memang sengaja di desain untuk klien yang memakai behel. 

Cara Merawat Behel Gigi agar tidak Bau

Berikut adalah langkah-langkah menyikat / menggosok gigi yang baik dan benar untuk gigi berbehel :

1. Langkah pertama yaitu, genggam sikat gigi yang akan anda gunakan untuk menggosok gigi setara dengan sisi gigi anda. Setelah itu, tekan sikat gigi secara perlahan-lahan. Selanjutnya, julurkan kepala sikat gigi perlahan menyikat satu persatu gigi anda, searah dengan alur gigi dan gusi anda.

2. Ketika menyikat pada tiap gigi, usahakan sebelum beralih sikat beberapa detik agar kotoran benar-benar hilang. Agar menyikat gigi lebih mudah, anda bisa memanfaatkan sikat gigi elektrik karena sikat gigi elektrik tidak perlu ditekan ketika menggunakannya.

3. Ketika menyikat gigi anda harus memastikan gigi bagian atas, belakang dan dalam tidak terlewatkan ketika disikat.

4. Selain itu, anda juga harus memastikan membersihkan bracket behel. Caranya cukup mudah, yaitu sudutkan kepala sikat ke brecket. Bersihkan juga bagian bawah kawat gigi, sehingga dengan begitu tidak akan ada lagi sisa-sisa makanan yang menempel.

Frekuensi menggosok gigi pada orang yang memakai behel yaitu 4-5 kali sehari seperti berikut ini:

1. Setelah bangun tidur, biasanya plak akan menumpuk pada permukaan gigi. Lakukan penyikatan gigi dengan seksama sebelum anda sarapan.

2. Setelah sarapan, lakukan penyikatan gigi secara cepat untuk menghilangkan sisa makanan pada gigi geligi.

3. Setelah makan siang.

4. Setelah makan malam.

5. Sebelum tidur, sikatlah dengan seksama, dan bila perlu lakukan flossing (pembersihan sela- sela gigi menggunakan benang gigi atau sikat interdental).

Jaga kebersihan gigi dan mulut anda agar terhindar dari bau mulut. Semoga bermanfaat ilmunya.

Cara Merawat Gigi Berlubang agar tidak Membesar

Cara Merawat Gigi Berlubang agar tidak Membesar
Gigi adalah salah satu organ yang penting mengingat dari fungsi gigi yaitu untuk melumatkan makanan. Kesehatan gigi perlu dijaga karena mulut merupakan pintu masuk virus dan bakteri ke dalam tubuh. Gigi juga bisa memberikan pengaruh pada penampilan kita sehingga sangat layak untuk dijaga kesehatan dan kebersihannya. Apabila masalah gigi sudah terjadi anda harus melakukan perawatan yang lebih intensif lagi. Terlebih jika gigi anda telah terlanjur berlubang dan terasa sakit sekali. Berikut ini adalah cara merawat gigi berlubang agar tidak membesar. Klinik Az-Zahra Jogja Call 082134495179.

1. Perawatan gigi berlubang tanpa bor dan penambalan

Gigi berlubang memang sering menjadi masalah yang dialami sebagian orang. Gigi berlubang yang tidak segera ditangani semakin lama akan membuat sakit, bahkan infeksi gigi. Oleh sebab itu merawat gigi menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Biasanya seseorang tidak menyadari gejala awal gigi berlubang, gejala awal karies dapat timbul dari area permukaan gigi yang berkapur, semakin lama area gigi ini akan menjadi penyebab timbulnya gigi berlubang. Kalau hal ini sudah terjadi sebaiknya segera lakukan perawatan agar gigi yang berlubang semakin besar. Berikut beberapa langkah penting untuk perawatan gigi berlubang tanpa bor dan penambalan : 

a. Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Merawat gigi berlubang agar tidak semakin parah tidak semakin membesar adalah menjaganya agar tetap bersih, hal ini bertujuan agar plak gigi segera terbuang, sebab jika plak terlalu lama menempel di gigi maka bakteri dan kuman akan mudah berkembang pada gigi. Dianjurkan untuk menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur.

b. Bersihkan area lubang dengan hati-hati

Idealnya, menyikat gigi sekaligus mencegah lubang. Namun, menyikat gigi juga penting untuk mencegah lubang gigi agar tidak bertambah parah. Sisa makanan yang menumpuk menstimulasi pertumbuhan bakteri. Bakteri ini akan masuk ke dalam lubang dan membuatnya lebih parah. Saat menyikat gigi, fokus pada lubang untuk membersihkan sisa makanan dan menghambat perkembangan lubang.

1) Gunakan sikat gigi berbulu halus dan jangan tekan terlalu keras selagi menyikat gigi. Gerakkan sikat ke depan dan belakang dengan lembut selama setidaknya 2 menit.
2) Sikat gigi dua kali sehari dan setelah makan. Sangat penting untuk menjaga mulut tetap bersih saat gigi Anda berlubang, karena plak mulai terbentuk dalam waktu 20 menit setelah makan.

c. Waspadai gejala gigi berlubang

Pembusukan gigi terjadi secara bertahap, dan kadang, lubang dapat muncul dan berkembang tanpa menunjukkan banyak gejala.Inilah salah satu alasan mengapa kunjungan rutin ke dokter gigi itu penting. Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa lubang gigi sedang terbentuk atau gigi telah berlubang. Jika Anda mengalami gejala berikut, buat janji temu dengan dokter gigi. Selagi menunggu, lakukan beberapa langkah untuk mencegah lubang bertambah parah.

1) Bercak putih pada gigi. Hal ini dapat menjadi tanda awal pembusukan gigi atau fluorosis. Bercak menandakan tempat asam telah merusak mineral pada email gigi. Pembusukan masih bisa disembuhkan pada tahap ini, jadi bertindaklah jika Anda menyadari hal ini pada mulut.
2) Gigi sensitif. Sensitivitas umumnya terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, panas, atau dingin. Sensitivitas bukanlah selalu tanda pembusukan, dan banyak orang memiliki gigi sensitif. Namun jika sebelumnya gigi tidak sensitif dan tiba-tiba Anda mulai merasakan sensitivitas terhadap minuman atau makanan tertentu, hal ini patut dikhawatirkan.
3) Sakit ketika menggigit.
4) Sakit gigi. Saat lubang bertambah dalam hingga memengaruhi saraf gigi, Anda dapat merasakan sakit yang membandel pada gigi tersebut. Hal ini dapat bertambah parah saat makan dan minum. Rasa sakit juga bisa muncul tiba-tiba.
5) Lubang yang terlihat jelas pada gigi. Hal ini menunjukkan lubang telah berkembang jauh dan telah merusak gigi secara signifikan.
6) Lubang gigi dapat muncul dan membesar seiring berjalannya waktu tanpa gejala.

d. Gunakan pasta gigi yang mengandung florida

Cara ini merupakan langkah tepat untuk mencegah gigi berlubang bertambah besar, karena florida mampu membuat enamel resisten terhadap karies. Selain itu, florida ini juga berfungsi untuk menghilangkan plak-plak yang melekat pada gigi. Jelas bila hal ini diabaikan akan mengancam kesehatan gigi anda. Penggunaan florida akan mencegah mikroorganisme tersebut untuk tidak menempel pada gigi anda.

Fluorida merupakan bakteriostatik, yang mencegah bakteri dalam mulut membelah diri. Hal ini juga memperkuat gigi dengan memberi lapisan mineral pada email, yang membuat gigi lebih tahan terhadap lubang. Jika Anda mendeteksi lubang sejak dini, perawatan fluorida yang baik bahkan mungkin dapat mengobati pembusukan. Anda dapat membeli produk kaya fluorida di toko, tapi untuk kandungan fluorida yang lebih tinggi, Anda harus mendapatkan resep dari dokter gigi. Pilihan terbaik adalah obat fluorida profesional dari dokter gigi, namun ada beberapa produk yang dapat Anda gunakan selama menunggu.

1)  Pasta gigi berfluorida. Sebagian besar pasta gigi yang dijual di pasaran mengandung sekitar 1000 sampai 1500 mg/liter sodium fluorida. Dokter gigi dapat meresepkan pasta gigi berfluorida dengan kandungan sekitar 5000 mg/liter sodium fluorida.
2) Obat kumur berfluorida. Obat kumur berfluorida dapat digunakan setiap hari. Obat kumur ini umumnya mengandung 225 sampai 1000 mg/liter sodium fluorida. Carilah obat kumur yang mendapat pengakuan dari BPOM yang menunjukkan bahwa obat kumur telah diuji oleh BPOM.
3) Gel fluorida. Gel fluorida kental dan akan bertahan pada gigi untuk waktu yang lama. Tuangkan gel ke dalam tray lalu pasang tray pada gigi.

e. Pengaturan makanan

Memilih makanan yang tepat untuk gigi berlubang juga perlu diperhatikan, hal ini agar kesehatan gigi anda semakin membaik dan tidak semakin parah. Perhatikan makanan dan minuman yang banyak mengandung gula. Sebab apabila gula sudah menempel pada gigi, ia akan lebih cepat memproduksi asam, jika ini sering terjadi maka gigi akan semakin keropos dan bertambah besar lubang pada gigi anda.

f. Berkumur dengan air garam

Air garam merupakan antiseptik, dan dokter gigi sering merekomendasikan hal ini untuk mengobati luka atau infeksi pada mulut. Air garam juga dapat membunuh bakteri penyebab lubang, memperlambat pertumbuhannya sampai Anda bertemu dengan dokter gigi.

1) Larutkan 1 sendok teh garam ke dalam satu gelas air hangat.
2) Berkumurlah dengan air ini selama satu menit. Fokuslah pada gigi yang berlubang.
3) Ulangi proses ini 3 kali sehari.

Berkumur menggunakan 1 sdm garam yang dicampur air hangat setiap hari mampu mencegah gigi berlubang semakin besar. Cara ini sudah dilakukan sejak dulu, larutan air garam dipercaya dapat membunuh bakteri dan kuman yang bersarang pada gigi.

g. Minum air

Mulut yang kering dapat mempercepat pembusukan gigi dengan membiarkan bakteri penyebab lubang gigi menumpuk. Jaga mulut agar tetap lembap untuk memperlambat perkembangan lubang dan bilas sisa makanan yang dapat membuat pembusukan semakin parah.

1) Jika mulut tetap kering meski sudah banyak minum air, hal ini bisa jadi merupakan gejala kondisi medis yang lebih serius, atau efek obat-obatan. Berkonsultasilah dengan dokter gigi jika mulut kering terus menjadi masalah bagi anda.

h. Kunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol

Xylitol adalah alkohol alami yang diekstrak dari tanaman. Bahan ini mengandung unsur antibakteri yang mencegah infeksi. Permen karet yang mengandung 1-20 gram xylitol membantu membunuh bakteri yang menyebabkan lubang gigi dan menjadikannya lebih parah. Jika Anda mencurigai adanya lubang gigi, coba kunyah permen karet xylitol untuk menghambat pertumbuhannya sampai Anda bertemu dokter gigi.

1) Belilah permen karet dengan label BPOM. Hal ini untuk menjamin keamanan bagi gigi Anda.
2) Permen karet juga dapat menstimulasi produksi air liur, yang membantu membersihkan sisa makanan dan menjaga email tetap kuat.

i. Bersihkan gigi dengan akar licorice

Meski belum ditelti secara menyeluruh, ada bukti yang menunjukkan bahwa akar licorice dapat mencegah dan memperlambat perkembangan lubang gigi. Hal ini dapat membunuh bakteri penyebab lubang dan dapat mengurangi radang.Coba gunakan akar licorice sebagai obat rumahan untuk menghambat pertumbuhan lubang selagi menunggu janji temu dengan dokter gigi.

1) Beberapa pasta gigi yang dibuat oleh Tom's of Maine mengandung akar licorice. Pilihan lain, Anda dapat membeli bubuk akar licorice di toko dan mencampurnya dengan pasta gigi.
2) Pastikan untuk membeli deglycyrrhizinated licorice (DGL), yang tidak mengandung glycyrrhiza, bahan yang dapat menyebabkan efek samping yang tidak nyaman dan bahkan serius.
3) Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan akar licorice. Akar licorice dapat bereaksi dengan obat tertentu, contohnya inhibitor ACE, insulin, inhibitior MAO, dan pil kontraseptif. Akar licorice juga dapat menyebabkan masalah kesehatan untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan tertentu, contohnya penyakit liver atau ginjal, diabetes, gagal jantung atau penyakit jantung, atau kanker yang sensitif terhadap hormon.

j. Hindari gula olahan

Lubang gigi disebabkan oleh bakteri yang memproduksi asam yang tumbuh di lingkungan asam. Bakteri ini menggunakan gula pada plak gigi sebagai bahan bakar. Inilah sebabnya konsumsi makanan dan minuman manis harus ditekan. Jika memungkinkan, sikat gigi setelah makan.

1) Makanan tinggi zat tepung seperti kentang, roti, dan pasta, juga membuat lingkungan kondusif untuk bakteri yang memproduksi asam. Batasi konsumsi karbohidrat sederhana dan olahan, dan sikat gigi setelah makan.

k. Cara merawat gigi berlubang agar tidak bau

Satu permasalahan gigi yang paling sering menyerang kita adalah gigi berlubang. Jika mengalaminya maka gigi biasanya akan terasa sakit dan membuat anda kurang nyaman dalam menyantap makanan. Jika gigi berlubang didiamkan terlalu lama akan menyebabkan membusuknya gigi dan lubang gigi akan semakin besar. Jika itu terjadi maka mulut akan terasa bau dan tidak nyaman.

Nah, disini kita akan memberikan tips-tips cara merawat gigi berlubang agar tidak bau, sebagai berikut :

1. Tambal gigi

Pada gigi berlubang terlalu berpotensi untuk didiami oleh bakteri maka cara terbaik dalam mengatasi bau pada gigi yang berlubang adalah dengan menambal gigi anda. Janganlah hanya berharap dengan menyikat gigi dengan rajin anda dapat mengatasinya. Berkonsultasilah dengan dokter gigi anda terlebih dahulu sebelum melakukan penambalan.

2. Sering minum air putih

Rajin minum air putih akan sangat baik bagi gigi berlubang anda. Air putih bisa memberikan kenetralan pada gigi dan menghilangkan bakteri yang singgah pada gigi anda.

3. Gunakan sikat gigi berbulu halus

Sikat gigi yang berbulu halus akan baik jika anda ingin menjaga gigi berlubang agar tetap bersih karena secara total akan membersihkan gigi anda dari bakteri yang membuatnya bau.

4. Gunakan obat kumur

Obat kumur memberikan anda kesegaran dan mampu untuk membersihkan bakteri yang ada di sela-sela gigi anda. Sehingga tidak membuat gigi berlubang anda ditempati bakteri yang membuat gigi anda bau.

Demikian informasi yang bisa kami berikan mengenai cara merawat gigi berlubang agar tidak membesar, semoga bermanfaat. Akhir kata Jaga Kesehatan Gigi Anda.